Selasa, 25 Mei 2010

UJIAN PRAKTIKUM

wisata pasir padi Bangka

1.Pantai Pasir Padi berjarak 7 Km dari Pangkalpinang ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pantai Pasir Padi ini merupakan satu-satunya kawasan wisata paling ramai yang dikunjungi masyarakat kota Pangkalpinang. Pantai Pasir Padi memiliki karakteristik pantai berpasir putih dengan laut biru tenang. di pantai ini sinar pagi sang surya memancar indah setiap hari, sehingga banyak wisatawan baik dari daerah sekitar, dari berbagai daerah diluar pulau Bangka, bahkan dari mancanegara, mengunjungi pantai pasir padi.

2.Keunikan Pantai Pasir Padi yang memiliki garis pantai sepanjang 100 hingga 300 m adalah ombak yang tenang dan kontur pasir yang padat, putih dan halus.

3.Disini terdapat beberapa bunggalow baru yang dijadikan rumah tumpangan dengan pelbagai kemudahan laman luas dan selamat.

Putera Huest House

Putera Huest House

Putera Guest House (Fully furnished) dengan bilik aircond.

Harga RM250.00 perday perhouse (low season). Peak season RM300.00 per day. Pastikan jika tempahan dibuat terlalu awal mungkin tuan dia di KL akan menggunakan sendiri pada hari Raya.

No untuk tempahan: 013 3400409, 019 9811559 – Wan Musa



4.Di sepanjang jalan beraspal sepanjang pantai, rumah makan dan penginapan rapi berjajar. Kami memilih salah satu rumah makan di tepi pantai. Bentuknya mirip perahu pinisi yang terbuat dari kayu, lengkap dengan layarnya. Di tempat inilah pengunjung bisa bersantai menonton pantai sambil bersantap aneka masakan laut. Bagaimana dengan pantai yang lain ya?

Lempah Kuning


Tak lengkap rasanya mengunjungi Bangka tanpa merasakan masakan khas Bangka. Selama ini yang aku kenal cuma martabak Bangka. Tapi banyak juga makanan Bangka yang unik. Saat mengunjungi SD 24 Sungailiat di Kabupaten Bangka, aku berkesempatan mencicipi berbagai macam masakan khas Bangka. Sebagian berbahan baku ikan karena Bangka dekat dengan laut. Ada cumi besar dan udang. Tapi ada satu makanan yang musti dicoba. Namanya lempah kuning. Dan karena kelezatannya, sampai ada lagunya segala. Masakan ini sebenarnya sayur berbahan baku ikan. Selain ikan, juga terdapat irisan nanas. Bumbu-bumbunya membuat penampilannya berwarna kekuningan. Rasanya menyegarkan karena ada perpaduan ikan dan nanas. Kata Mas Yanto, ada lagi jenis lempah yang lain. Namanya lempah darat. Bahannya lebih sederhana. Isinya bukan ikan, tetapi berbagai macam sayuran. “Semacam sayur asemlah,” ucap Mas Yanto yang asli Tegal. Sayur asam Bangka tanpa asam.
Kue-kue Bangka juga terbilang unik. Ada kemplang, semacam krupuk dari ikan. Kalau di Samarinda mungkin dikenal sebagai amplang. Ada terasi udang khas Bangka dari Toboali yang terkenal, kue rentak dan getes balok. Dan tak ketinggalan kopi kingkong. Saat mendarat di bandara, aku mencoba mencicipi kopi khas ini. Dan rasanya….mak nyus. Siapa bilang Bangka hanya terkenal oleh timah dan Laskar Pelanginya?
2 comments Links to this post





Rabu, 19 Mei 2010

Tanah ku Bangka


jauh sudah ku melangkah dari tanah ku
rindu selalu tak dapat ku basuh
terkadang kerinduan selalu menghampiri
memang aku jauh tapi hatiku satu dengan tanah ku

dari kecil aku diasuh
terkadang kulit tersentuh debu
tapi disanalah aku bernaung dan aku berteduh
di tanah bangka yang ku rindu selalu

memang benar kata pepatah diasaat jauh pasti ada rindu,sperti rinduku untuk tanah ku.

Senin, 17 Mei 2010

oh...Ayah oh..Ibu



Saat aku jauh dari mu ibu
menangis perih tiada henti
tapi aku menyadari..
tidak niat dirimu untuk menjauhkan ku dari mu ibu



ibu........
setiap saat kau mendoakan aku
tiada sesuatu apapun yang dapat membalas jasa mu
terkadang air mata ini menetes mengingat engkau jauh disana ibu


karya:agus limaka




Senin, 10 Mei 2010

Malam


Dikala mentari menutup dirinya
kegelapan pun
datang menghampiri
sayup sayup dingin nya angin malam
membekukan kulit ku
malam......
ketakutan ku tiada yang peduli
lolongan anjing dan suara burung hantu
mengusik ketenangan ku
merinding semua bulu kuduk ku
akan datang nya malam
karya:Agus limaka

Alam dan Kematian

puisi

Alam memberikan kita kehidupan
Tapi ALam pula yang akan membinasakan
Dikala manusia tidak mampu menjaga
bencana menelan jiwa
Deraian tangis membasahi pipi
kematian datang tak bisa pasti
kematian datang tiada memilih
jagalala kata jagalah hati
kita pernah bersalah
kita perna berdosa
jika hati menutup mata
manusia tak kan peduli akan sesama
kelaparan dan kemiskinan merajala
Karya:AAgus limaka